Tampilkan postingan dengan label News terkini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News terkini. Tampilkan semua postingan

Apakah Alien atau UFO akan menyerang bumi


Apa benar Alien atau UFO itu ada apa mereka mau menyerang bumi atau hanya ingin melihat peradaban manusia saja ? atau jangan-jangan karangan tentang Alien itu hanya untuk menutupi sebuah kasus/kejadian/penemuan besar saja, contohnya kasus/kejadian/penemuan yang di buat oleh USA "Amerika".

di alquran kan ada yang jelasin gene ayatnya:

"dan telah kuciptakan jin dan manusia"

nah berarti yang diciptakan oleh tuhan adalah jin sama manusia duank...
nah klo jin, kan gak kliatan krna bersifat gaib...

jangan mo ditipu oleh negara di "seberang" sana...
pemerintahnya saja menipu rakyat nya sendiri sperti dalam kasus (9/11)... apalagi kita....

gunung es menangis


Pencairan gunung es pada umumnya tidaklah jauh berbeda yang berada di kutup utara atau di kutup selatan, namun pemandangan yang muncul pada lapisan es di Austfonna yang terletak di Nordaustlandet di Kepulauan Svalbard, Norwegia sangatlah menakjubkan, seakan bongkahan gunung es tersebut berwujud paras wajah wanita yang menangis sedih, dan terus mengeluarkan air mata yang bermuara dilaut. Subhanallah.. Maha Suci Engkau ya Allah atas pertanda-pertanda yang Engkau tunjukkan.

Gambar "ibu bumi" yang menangis itu diambil seorang fotografer angkatan laut dan dosen lingkungan hidup Michael Nolan dalam sebuah pelayaran tahunan untuk mengamati gletser di Austfonna yang merupakan area lapisan es terbesar kedua di Eropa setelah Vatnajvkull di Islandia dan tergolong ketujuh tersebesar di dunia.

Baterai Bertenaga Udara


Semakin hari, kian banyak bermunculan inovasi baru di bidang teknologi baterai. Bila sebelumnya ada baterai yang menggunakan virus, baru-baru ini teknologi baterai baru justru ditenagai oleh udara.

Teknologi baterai baru yang dinamakan STAIR (St Andrews Air) menjanjikan sebuah baterai yang lebih ringan dan lebih bandel daripada teknlogi baterai Lithium Ion biasa.

Tidak seperti baterai biasa, baterai ini tidak menggunakan bahan Lithium Kobalt Oksida dan menggantikannya dengan karbon berpori serta oksigen yang diserap dari udara. Alhasil, baterai ini akan mengurangi beban pengguna laptop, misalnya, saat bepergian ke luar.
Namun, ia diklaim dapat menyimpan energi hingga 10 kali lebih banyak daripada baterai cell biasa, dan memiliki usia yang 10 kali lebih lama.

Jadi, bila sebuah baterai bisa menghidupkan sebuah laptop selama sekitar 3 jam, secara teoritis baterai ini bisa menghidupkan perangkat yang sama hingga 30 jam. Baterai ini juga harus dicas seperti halnya baterai biasa.

Namun, saat energinya digunakan untuk menyalakan barang elektronik, baterai ini menyerap oksigen yang berada di sekitar baterai. Oksigen yang terserap akan bereaksi dengan karbon berpori.

“Keunggulan baterai ini adalah ukurannya yang jauh lebih kecil dan ringan, sehingga memudahkan kita di saat perjalanan, ujar Peter Bruce, seorang profesor dari Jurusan Kimia University of St Andrew, dikutip dari situs web Telegraph.

Lebih lanjut, Peter menjelaskan, ukuran dan berat juga merupakan faktor penting dalam mengembangkan alternatif sumber energi bagi berbagai perangkat seperti mobil listrik. “Setiap orang yang mengembangkan mobil listrik ingin agar bobot baterai bisa dikurangi sebisa mungkin.”

Tak hanya itu, kata Peter, penyimpanan juga sangat penting untuk mengembangkan energi. Misalnya untuk baterai bertenaga matahari atau tenaga angin, karena sumber tenaga tadi tidak akan tersedia sepanjang hari. Sementara udara akan selalu tersedia.

Baterai ini dianggap cocok menjadi alternatif energi untuk menghidupkan berbagai perangkat elektronik mulai dari laptop, ponsel, hingga mobil listrik.

Sayangnya, baterai ini masih belum begitu populer, dan diperkirakan baru bisa hadir secara luas di masyarakat sekitar lima tahun ke depan. 

Kapal Kargo Terbalik di Surabaya


SURABAYA - Kapal NV Tanto Niaga bermuatan kontainer terbalik di perairan Tanjung Perak, Surabaya. Kapal tersebut menabrak kapal KM Mitra Ocean yang juga berjenis kargo.

Petugas Syahbandar Tanjung Perak, Narso mengatakan kejadian diperkirakan terjadi pukul 17.00 WIB, Jumat (22/5/2009), namun laporan baru diterimanya pukul l7.30 WIB.

Sejauh ini petugas berupaya untuk mengerahkan kapal pandu untuk menolong kapal Tanto yang terbalik.

Kapal Tanto nahas saat akan lego jangkar di pelabuhan. Akibat peristiwa ini kapal mengalami bocor di haluan kiri, kemudian miring ke kanan.

Sejumlah muatan kontainer kapal jatuh ke laut. Narso menyatakan, bila tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan mengganggu lalu lintas keluar masuk kapal ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Sampai saat ini petugas masih berupaya melakukan evakuasi. Belum ada informasi soal kronologi kecelakaan, dan adanya korban jiwa dalam peristiwa itu.

"Saat insiden terjadi cuaca di sekitar pelabuhan cerah, angin tenang, hanya arus yang agak sedikit kuat mengarah ke arah timur," jelas Narso. 

Indonesia Pembajak Software Urutan 12 Dunia


Berdasarkan studi keenam IDC bertajuk Global Software Piracy Study (GSPS) 2008, Indonesia masih bertengger di peringkat yang sama, yakni urutan 12 dari 110 negara obyek penelitian IDC. Persentase tingkat pembajakan software di Indonesia mencapai 85 persen.

Dibandingkan tahun 2007, pada 2008, tingkat pembajakan software di Tanah Air meningkat satu persen dari 84 persen. Dari angka tersebut, diestimasi angka kerugian (estimated potential lost revenue) akibat pembajakan software di Indonesia mencapai US$ 544 juta, naik 32 persen dibandingkan pada studi GSPS 2007, yakni US$ 411.
Menurut perwakilan dan juru bicara BSA di Indonesia, Donny A Syehoputra, hasil studi IDC di Indonesia tersebut disebabkan belum optimalnya upaya legalisasi software oleh pemerintah maupun vendor software.

“Memang, secara kualitas penegakan hukum terkait pembajakan software sudah lebih baik pada 2008. Tapi, kendati pemerintah sibuk sosialisasi dan edukasi software berlisensi ke sana ke sini, bila tidak dibarengi dengan upaya legalisasi software, percuma saja,” kata Donny di Penang Bistro, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa 12 Mei 2009.

Dia menjelaskan, upaya legalisasi dapat ditempuh dengan berbagai cara. Misalnya, vendor software menyediakan pilihan sistem prabayar atau sistem sewa bagi mitranya. Cara lain, bisa dengan menukar software bajakan dengan software asli dengan metode tukar tambah. Menurut Donny, caranya bisa beragam tergantung kebijakan masing-masing vendor software.

“Upaya legalisasi yang dibuat oleh Tim Nasional HaKI yang dimulai awal tahun ini mudah-mudahan bisa menekan tingkat pembajakan di Indonesia menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Donny.

Pernyataan Donny tersebut senada dengan yang disampaikan CEO sebuah pengembang software lokal, Zahir Internasional, Muhammad Ismail Thalib. Ia mengatakan, bila pertumbuhan penjualan PC dan notebook tidak didukung dengan kesadaran untuk menggunakan software berlisensi, hal itu akan sia-sia.

“Software bajakan yang murah, diperburuk dengan akses pembeli yang semakin beragam, akan mempersulit Indonesia memperoleh peringkat lebih baik. Bila internet sudah bisa dijangkau di daerah rural, persentase pembajakan saya kira akan tetap buruk. Karena itu, perlu ada kerja sama dengan banyak pihak, terutama penegak hukum,” jelasnya.

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme