Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan

5 Tanda Pria Impian Wanita

BANYAK wanita percaya bahwa semua pria baik sudah ada yang punya. Singkirkan pikiran tersebut. Jangan-jangan Anda kurang peka dengan tanda pria baik yang kini sedang mendekati.

Semua wanita ingin mendapatkan pria baik. Tapi coba pikirkanlah: Berapa banyak pria yang harus Anda kencani untuk benar-benar menemukan mr. right? Dr Bethany Marshall membagi daftar yang telah dibuatnya tentang pria baik, dikutip dari bukunya "Deal Breakers".

Saat Anda bertemu seorang pria, apakah lewat online, di toko makanan, di bar, kampus atau kantor, Anda harus merasa bahwa dia tertarik pada Anda.

Rasa tersebut bisa disampaikan lewat tatapan, sentuhan, pujian, atau perhatian lebih. Seiring waktu, rasa tersebut tentunya harus diikuti dengan kerelaannya membuat rencana dan menggerakkan hubungan ke arah yang lebih intim.

Jika dia tak tertarik menjaga kontak dan membuat rencana bersama Anda, maka dia tidak cukup memiliki perasaan cinta. Jangan keburu senang jika dia rajin menelepon, mengirim e-mail, atau SMS, sebab itu bukanlah menjaga kontak yang sebenarnya. Dengan itu, dia tidak dapat menyentuh, melihat, mengagumi, dan bahkan mengenal Anda lebih jauh.

Sebaiknya Anda simak tulisan berikut untuk melihat tanda-tanda pria macam apa yang menjadi impian wanita, seperti dilansir Askmen.

Dia tidak akan pernah membuat rencana untuk gagal di masa depan

Dia tentu tidak akan mengatakan, "Saya tidak yakin akan ke mana hubungan ini diarahkan," tapi kemudian terus menghubungi Anda. Dia tidak akan mengirimkan pesan yang membingungkan dan sulit dimengerti. Pria baik akan mengatakan apa yang dia maksud dan mengartikan apa yang dia katakan.

Dan segala kata-kata yang dia ucapkan dibuktikan dengan aksi nyata. Bahkan, jika dia tidak bisa memberi jaminan, hubungan akan selalu bergerak maju. Jadi, Anda tidak akan menemukan diri dalam situasi di mana dia mengatakan ingin menikahi Anda. Tapi ternyata, Anda sendiri yang harus mempersiapkan segala kebutuhan pernikahan.

Dia menerapkan hubungan saling timbal balik dan saling menguntungkan

Saat Anda mendukungnya secara emosional, apakah dia menghargai itu? Apakah dia membalasnya dengan sebuah kejutan? Apakah yang dia berikan setimpal dengan apa yang sudah Anda berikan? Saat Anda punya masalah, apakah dia siap membantu?

Hubungan yang sehat memiliki landasan saling menguntungkan serta saling memberi dan menerima. Apa yang diberikan dan diterima sepatutnya punya nilai sepadan. Jika yang Anda terima darinya hanya pesan SMS, e-mail, telepon, atau hal lain sementara Anda kesepian di akhir pekan, sudah pasti Anda tidak mendapatkan apa yang Anda butuhkan darinya.

Dia akan mencari solusi masalahnya sendiri 

Jika dia punya masalah, dia akan mencari bantuan lain lewat berbagai sumber, percakapan, terapi, dan cara lain yang bisa mengeluarkannya dari masalah itu. Rendahnya harga diri, rasa malas, atau sikap keras kepala tidak akan memajukan langkah hidupnya yang dia butuhkan untuk menciptakan hubungan penuh arti bersama Anda.

Dia tak akan membanggakan keunggulannya

Dia tidak akan membiarkan Anda penasaran dengan keberadaannya dan apa yang sedang dia lakukan, membiarkan Anda mencari bukti kesalahannya, atau membuat Anda merasa bahwa Anda telah kehilangannya selama beberapa hari. Bahkan jika dia punya uang, status, dan kekuatan, dia tidak akan membuat Anda merasa tidak ada arti di matanya.

Pria baik rela mendengarkan keluh kesah, berusaha memenuhi keinginan, dan mendorong Anda ketika dibutuhkan. Dia tidak menunjukkan keunggulan yang dimilikinya dengan penuh kesombongan kepada Anda.

Dia menyukai Anda apa adanya

Bahkan jika Anda mengalami hari buruk atau mengatakan sesuatu yang dibencinya, rasa kagumnya akan tetap utut dan pandangannya tentang Anda akan sama. Hati-hati terhadap pria yang persepsinya selalu berubah-ubah saat Anda mengecewakan harapannya. Sebagai contoh, Anda mengenakan busana yang sudah oke, tapi dia tetap tak ingin menggandeng tangan dan memuji Anda.

Ajarkan Bahasa Inggris sejak Dini

DI ERA globalisasi ini, bahasa Inggris sudah menjadi kewajiban untuk dipelajari. Sebab itu, belajar bahasa Inggris perlu diterapkan pada anak sejak dini. Mendengar anak kecil fasih berbahasa Inggris bukan lagi hal yang mencengangkan. Bahkan, di beberapa sekolah dasar, terutama swasta banyak yang sudah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Lalu, apabila bahasa Inggris sudah biasa digunakan anak, apakah bagus untuk sosialisasi mereka, bagaimana dengan bahasa Indonesia? Sejauh mana anak diharuskan pandai berbahasa Inggris?

Dikatakan oleh psikolog dari I Love My Psychologist,Dra.Psi. Heryanti Satyadi M.Si, peranan bahasa Inggris lebih terasa diperlukan anak-anak di kota-kota, terutama di kota-kota besar. Indonesia memang belum mewajibkan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, tetapi kelihatannya kita sedang menuju ke sana. 

"Jadi mempersiapkan anak lebih awal akan jauh lebih baik karena anak menjadi siap bila masa itu sudah datang," tutur psikolog yang berpraktik di Kawasan Kelapa Gading ini.

Selain itu, manfaat yang lain adalah di mana pada saat ini buku dan bacaan yang bagus untuk mereka, juga banyak terdapat di dalam bahasa Inggris. Mereka akan lebih diuntungkan bila menguasai bahasa Inggris karena mereka akan lebih banyak memperoleh informasi. Juga dalam mengoperasikan komputer, bahasa Inggris sangat dominan menjadi bahasa pengantarnya.

Heryanti juga menambahkan, yang tidak kalah pentingnya, pertemanan mereka dapat menjangkau sampai ke luar negeri tanpa terhambat dengan bahasa. Saat ini fasilitas Facebook, Friendster, blog sangat baik untuk anak-anak melatihkan kemampuan bahasanya. "Peranan bahasa Inggris sudah cukup banyak di dalam kehidupan anak-anak kita sekarang," ucapnya.

Masih dikatakan Heryanti, bila anak dilatih bahasa Inggris sebagai bahasa ibu, artinya ia harus diajarkan segera setelah ia berusia kurang lebih 10 bulan-12 bulan. Orang tua harus konsisten berbicara dalam bahasa Inggris dan tidak boleh mencampur-campurkan dengan bahasa lainnya dengan intensitas yang sama.

Namun, bila bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, maka bahasa utamanya, misalnya bahasa Indonesia harus lebih diaktifkan, dijadikan bahasa dialog sehari-hari sampai ia fasih. 

"Biasanya anak fasih berbahasa sampai berusia 12 tahun. Bila ingin mengajarkan bahasa Inggris menjadi bahasa yang sama fasihnya, maka intensif kan bahasa ini mulai dari usia ini," pesan psikolog yang sedang kuliah doktoral di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Bila kita menginginkan anak untuk mempelajari dua bahasa sekaligus dengan intensif, maka anak akan mengalami keterlambatan tingkat kefasihan bahasanya. Umumnya, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris tidak dapat dikuasainya seperti anak-anak lain yang belajar satu bahasa saja. "Untuk berbicara dengan bahasa sehari-hari, cukup diajarkan di rumah dari orang tuanya," ujarnya.

Dilanjutkan Heryanti, tetapi jika untuk melatih tulis menulis, anak-anak perlu diajarkan di sekolah atau bisa juga dengan menggunakan jasa guru privat atau dengan les privat. Les privat dapat membantu anak lebih memahami dan lebih fokus dalam mempelajari bahasa Inggris karena ia mendapat guru yang khusus hanya memperhatikannya. "Belajar bahasa membutuhkan dialog yang cukup, oleh sebab itu guru les privat sangat membantu kemajuan pelajarannya," pesannya.

Salah seorang pakar psikologi pendidikan berkebangsaan Australia, Tony Earnshaw menciptakan program pembelajaran membaca dan menulis bahasa Inggris yang sistematik dan kemudian menjadi cara yang paling mudah penerapannya dan terbukti efektif bagi anak-anak.

Tony mulai melakukan penelitiannya di Australia. Menyadari masalah terbesar pada anak-anak dalam menjalani pendidikan dasar berhubungan dengan masalah membaca dan menulis. Tony kemudian bergabung dengan Annabel Seargeant yang juga pakar psikologi pendidikan, untuk melakukan penelitian tentang penyebab pada anak-anak yang mengalami kesulitan membaca.

Setelah menghabiskan waktu lebih dari dua dekade untuk melakukan penelitian yang komprehensif dan mempelajari perilaku anak-anak yang mengalami masalah dalam membaca di Perth dan Sidney, Australia, Tony dan Annabel menemukan apa yang menjadi penyebab kemampuan membaca yang buruk dan menemukan cara yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. 

"Terdapat 44 bunyi dalam bahasa Inggris, 26 bunyi di antaranya merupakan bunyi alfabet secara umum dan sisanya merupakan variasi bunyi," papar Tony pada saat acara jumpa pers sekaligus pembukaan "I Can Read" cabang Menteng, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tony menuturkan, untuk anak-anak yang ingin cepat pandai dalam bahasa Inggris, maka peka terhadap 44 bunyi tadi adalah suatu hal yang penting dilakukan.

Ajarkan dalam Percakapan Sehari-hari 

Ajarkan anak secara bertahap dalam menerima bahasa baru. Misal dari kegiatan sehari-hari. Mengajarkan anak mengenal bahasa, bisa melalui gambar terlebih dahulu dan dilakukan dalam keseharian. Heryanti Satyadi M.Si, menuturkan, untuk mempelajari bahasa Inggris yang formal, seperti membaca dan menulis, dibutuhkan waktu khusus.

Namun, untuk bahasa percakapan sehari-hari dapat dipelajari setiap saat. "Mengajarkan percakapan sehari-hari dapat dilakukan setiap saat," papar psikolog yang aktif di pembinaan gender "Wanita Bijak" Indonesia sebagai pembicara. 

Heryanti menjelaskan, bahasa Inggris seperti pada keterampilan lainnya bersifat netral. Anak tidak mungkin merasa tidak suka berbahasa Inggris. Yang mungkin terjadi adalah anak mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan ketika ia harus belajar bahasa Inggris. 

Misalnya, ia harus les bahasa Inggris di waktu yang berbarengan dengan film kesayangannya ditayangkan di TV, atau ia mendapat guru yang galak, atau pernah ditertawakan ketika ia mengucapkan perkataan dengan bahasa Inggris yang salah.

"Cara yang paling mudah mengajarkan anak berbahasa Inggris adalah dengan menggunakannya untuk berkomunikasi dengannya dalam situasi sehari-hari, mengajaknya bercakap-cakap, membacakan buku, menulis surat kepadanya, dan sebagainya," ujar psikolog yang juga ibu dari 2 anak ini. 

Salah seorang pakar psikologi pendidikan berkebangsaan Australia, Tony Earnshaw menuturkan, sistem pembelajaran bahasa Inggris yang diterapkan di I Can Read tidak menggunakan sistem menghafal, tetapi melatih anak-anak menjadi lebih peka terhadap 44 bunyi yang sangat penting untuk membangun kemampuan dasar anak-anak dalam bahasa Inggris. 

"Dengan begitu, maka sistem tersebut dapat membantu mereka untuk mengenali kata yang dimulai dengan bunyi yang sama walau hurufnya berbeda maupun sebaliknya. Misalnya saja seperti bunyi yang terdapat dalam kata five (faif) dan phone (fon) atau pada cat (ket) dan circle (s-irkl)," ucap Tony yang telah meraih gelar doktor dari University of New South Wales, Australia. 

Tony menuturkan, adanya sistem ini membuat anak-anak mengenali kata yang dimulai dengan bunyi yang sama walau hurufnya berbeda. Pembelajaran yang dilakukan dibantu juga dengan "kartu pengkodean". Dari sana, anak bisa mencari tahu bagaimana membaca sebuah kosakata yang baik dan benar tanpa bantuan orang tua.

"Hal ini bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak," ujar Tony. Ia memaparkan, sistem sederhana pengodean di I Can Read, pembelajarannya diibaratkan seperti anak yang sedang belajar mengendarai sepeda.

"Sampai kapan pun, anak tidak akan lupa karena pengodean tadi. Jadi titik awal seperti halnya belajar bersepeda. Walaupun sudah jarang bersepeda, dia akan memahami secara nalurinya," ucap Tony yang pernah bekerja sebagai Psikolog Pendidikan Senior di Departemen Pendidikan di Singapura. 

Dikatakan Tony, kemampuan membaca dan berbahasa Inggris bukan suatu kemampuan alami yang didapat seorang anak sejak mereka lahir, melainkan merupakan suatu kemampuan yang harus diperoleh anak tersebut dengan cara belajar dengan suatu sistem yang tepat sehingga ia tidak akan pernah lupa bagaimana cara membacanya.

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme